Kamis, 15 September 2016

HAI MABA :Nggak OSPEK, Maka Cuek !!!



Oleh :-Wen.KC

Perguruan tinggi (Kampus) merupakan sarana yang mulai dahulu dikenal sebagai wadah para generasi pembaharu. Tapi sekarang rasa-rasanya hal tersebut telah menjadi cerita lama seolah orang berbicara “Aku dulu pernah menjadi Mahasiswa”. Kini kampus hanyalah tempat bagi kegiatan-kegiatan yang hanya memiliki esensi ringan tak mendalam. Terlebih khususnya dalam suatu kegiatan penyambutan Mahasiswa Baru yang kini dinamakan PKPT (Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi) atau “sejenisnya”. Namun disamping itu sebagai bentuk penyambutan mahasiswa baru juga ada kegiatan yang dinamakan Ospek Jurusan (OSJUR).
Ospek sendiri merupakan kependekan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus, dikampus kami (Universitas Negeri Malang) OSJUR secara menyeluruh dilaksanakan disetiap jurusan yang dimiliki oleh fakultas yang ada. Namun kini kata-kata “Ospek” seolah menjadi momok bagi Mahasiswa terlebih oleh pihak Dekanat dan juga bentuk-bentuk propaganda yang menentang keras kegiatan tersebut, entah siapa yang bertanggung jawab atas propaganda itu.
Didalam tulisan ini tidak membicarakan atau menyuarakan kebenaran tentang kegiatan ospek, karena pada dasarnya suatu bentuk kegiatan apapun yang diselenggarakan oleh siapapun memiliki asas dan aturan main sendiri yang terakumulasi dan sering disebut dengan Petunjuk Teknis (Juknis) kegiatan , namun marilah kita bersama-sama “menikmati” Ospek ini.
Menginggat beberapa tahun silam dikampus tetangga ada sebuah musibah yang menimpa kawan Mahasiswa Baru ia meninggal saat mengikuti kegiatan opek yang diselenggarakan oleh organisasi himpunan Mahasiswa (HIMA) dan beritanya menyebar luas diberbagai media Nasional. Disebutkan bahwasanya kegiatan ospek telah merenggut nyawa manusia dan ketua dalam kegiatan tersebut diberhentikan (Droop Out ) dari kampusnya tanpa keterangan saksi yang jelas. Karena pemberitaan itu kini ospek seakan menjadi kecemasan dan diharamkan dalam kegiatan penyambutan Mahasiswa Baru(MABA). Bahkan hingga berganti nama kegiatan atas dalih Penyambutan MABA.
Sangat lucu ketika hal itu dijadikan dasar untuk tidak diaksanakanya ospek, dan menggelitiknya lagi kegiatan itu di Bendung dan di Tedheng aleng-alengi oleh pihak dekanat/pejabat jurusan terkait. Jadi timbul pertanyaan “Kematian Seorang MABA itu karena ospek atau karena Tuhan sudah menggariskan ajalnaya ?”. padahal kita pastinya yang pernah merasakan kegiatan ospek dan telah tercover oleh pihak Penyelenggara (HMJ/HIMA) sangat menjadi sarana penting bagi kita untuk benar-benar mengenal karakter seorang Mahasiswa sesungguhnya dan benar-benar mengerti aturan main bagaimana menjadi seorang Mahasiswa, karena yang telah kita alami dalam ospek, tak mungkin kita tidak diperkenalkan dengan cultur Kampus dan jurusan.
Seperti yang tertulis diatas tadi, tidak membenarkan ospek akan tetapi marilah kita sadari bersama bahwa ospek itu penting kawan !!!, mengapa demikian ? tak semua kegiatan memiliki pesan-pesan yang harfiah maupun moral secara eksplisit namun juga implisit dan diadakanya suatu kegiatan yang dinamakan ospek pasti memiliki suatu tujuan positif. sedikit mengutip kalimat yang ditulis oleh Multatuli yang dimuat dalam Eko Prasetyo “Bangkitlah Gerakan Mahasiswa”:112 “Kita bersuka cita bukan karena padi yang kita potong, namun bersuka cita dalam padi yang kita tanam” maka teruslah bergerak dan maju. “Ospek itu perploncoan,Ospek itu pembodohan,Ospek itu penyiksaan” That is Bullshit, that is Nonsent.
Selamat Datang Pemuda/Pemudi Pembaharu,Mengertilah Tirarnimu !!, mengertilah Tirani Kampusmu !!,Mengertilah Tirani Fakultasmu !!, Mengertilah Tirani Jururasnmu !!          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar