Rabu, 08 Maret 2017

Hujan Awal Maret




 
Dimana telah tiba masa
Saat itu harusnya ada cinta
Namun kemana?
Berpikir biarlah mengalir untuk semua

Tidak kah takut semua sirna
Jika kau anggap semua masa sama
Maka cinta itu profan dan tak guna(?)
Tapi menurut Hujan cinta itu sakral dan harus berkelana

Kalau tak bergerak, tidak kah takut lebih jatuh?
Bagaimana Rahmat dan Kasih bisa kau sentuh?
Bukankah saat hujan kau butuh payung untuk berteduh?
Bagaimana memaknai spekulasi lebih detail dan jauh?

Bapak kata...oh... ibu juga kata , gawat mereka lakukan pertanda!
Dunia... gemerlap dan mempesona, tapi bukanya sandiwara?
Sepucuk surat eyang ada kata “Soekarno punja Fatma”
Pikirku “Bagaimana dengan Malaka?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar