Rabu, 08 Maret 2017

Kotaku Adem Ayem




Kala itu hujan rintik jatuh diatas aspal suaranya berirama
Sontak antara hujan dan alunan musik sangat kolaboratif
Menghasilkan dengung menggema
Menyentuh keadaan pasif

Lembar demi lambar yang berguna untuk sandang papan pangan mereka kumpulkan.
Layaknya bagi mereka (manusia) yang mengenal fatwa halal
Petikan alat itu seolah menghapus memori mereka tentang apa itu kepedihan
Mereka juga berbagi senyum, pertanda punya moral

Ini gambaran kerasnya perjuangan
Ini cara mereka bernafas
Penting bagunya menunjukan sisi hidupnya kota dari kekuasaan yang murahan
Kemana mereka pergi, lantunan irama akan mendidiknya dengan keras

Jemari lentik gemulai, menggugah hati setiap insan
Bibir komat-kamit mengeluarkan suara peradaban
Kapan hal ini kau pikirkan?
Sadar...sadar...sadar... mereka lebih beradab ketimbang kamu, biadab!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar